Event Seni
dan Sastra Pilihan Rakyat News Bulan Februari 2016
Pulau Madura
selain dikenal sebagai pulau Garam juga dikenal sebagai Pulau Puisi, khususnya di
bagian timur Pulau – Kabupaten Sumenep. Beberapa stasiun televesi telah
memberitakan bahwa, Sumenep merupakan kota penyair. Sebab begitu banyak
penyair-penyair tanah air yang lahir dari pulau yang tandus dan gersang itu. Setidaknya
sejak tahun 60-80an telah lahir penyair dari Madura seperti Abdul Hadi W.M,
Faisal Ismail, Hidayat Rahardja, Syarifudin Dea, D. Zawawi Imron, Jamal D.
Rahman, Syaf Anton Wr, Ahmad Nurullah, M. Faizi, Ibnu Hadjar, dll.
Begitu pula
pada tahun 90an sampai tahun 2000 ke sini, media massa yang menyediakan rubrik
sastra menunjukkan, suburnya kelahiran penyair-penyair muda dari Madura. Sebut
saja beberapa nama seperti Timur Budi Radja, M Fauzi, Mahwi Air Tawar, Achmad
Muhlis Amrin, F. Rizal Alif, Jufri Zaituna, dll.
Awal tahun
2016, tepat 20 Februari mendatang, para penyair Madura akan menyelenggarakan
Peluncuran Antologi Puisi Penyair Muda Madura tahun 2016 dengan judul “Ketam
Ladam Rumah Ingatan” yang disingkat menjadi “KLRI”, sebagaimana yang diliris
oleh panitia penyelenggara hari ini di akun FB (Nurul Ilmi El-Banna).
 |
Sumber Gambar: FB Nurul Ilmi El-Banna
|
Penerbitan
Antologi Puisi Penyair Muda Madura “KLRI” tahun 2016 diinisiasi sekaligus
diprakarsai oleh Lembaca Seni dan Sastra (LSS) Rebeong pimpinan Nana Ernawati.
Acara Peluncuran dan Diskusi diadakan untuk umum dan gratis.
KLRI yang memuat
41 penyair muda madura yang berusia antara 18-30 tahun akan dibahas oleh
Jamal D. Rahman dan M. Faizi serta dimoderatori oleh Raedu Basha. Sementara acara ceremonialnya
ada pembacaan puisi oleh Dhenok Kristianti. “Pembacaan puisi oleh Dhenok
Kristianti akan menjadi pembuka acara yang digelar pada hari Sabtu, 20 Februari
2016, pukul 08:00, bertempat di Pendopo Agung Sumenep nanti,” beber (Nurul Ilmi
El-Banna) salah satu panitia di akun Fb-nya.
Dalam
undangan juga disebutkan bahwa para hadirin dalam acara nanti, “juga akan bertemu
dengan 41 penyair muda yang puisi-puisi terbaiknya termaktub dalam buku “Ketam
Ladam Rumah Ingatan”. 41 nama penyair muda yang dimaksud adalah.... . A
Rosidi, A Warits Rovi, Ahmad Subki, Badar Adiluhung, Badrul Munir Chair,
Bernando J. Sujibto, Dirga Ruhu Diyantara, Ebi Langkung, En Kurliadi Nf, Faizin
Aja, Farid Kacong Alif, Ghoz TE, Irvan Solihin Haqiqi, Joko Sucipto, Kamil
Dayasawa, Khairul Umam, Lubet Arga Tengah, Lukman Hakim AG, Maniro AF, Marsus
Banjarbarat, Matroni Muserang, Mohammad Ali Tsabit, Muhammad Ali Fakih, Nurul
Ilmi Elbanna, Raedu Basha, Rifky Raya, Royyan Julian, Saifa Abidillah,
Selendang Sulaiman, Sengat Ibrahim, Shohifur Ridho Ilahi, Sipulan K Langka,
Sofyan RH. Zaid, Subaidi Pratama, Sule Subaweh, Syarifullah, Umar Fauzi Ballah,
Yan Zavin Aundjand, Yayan Dei Legung, Zainul Muttaqin, dan Zaka Khairis Zaman,” tulis panitia dalam
undangan terbuka.
Adapun
panitia penyelenggara terdiri dari 9 orang perwakilan dari Yogyajarta seperti
Badrul Munir Chair, Sule Subaweh, Shohifur Ridho Ilahi, Nurul Ilmi El-Banna,
dan Raedu Basha; Perwakilan Jabodetabek ada Sofyan RH Zaid, kemudian ada Subaidi
Pratama sebagai wakil dari Malang dan sekitarnya di Jawa Timur, dan juga ada
perwakilan dari Sumenep yakni Matroni Muserang.
Menurut panitia,
kursi yang disediakan untuk jumlah 500 peserta. “Acara peluncuran dan diskusi
buku KLRI tersebut diharapkan menjadi pelecut bagi terbentuknya karakter puisi
dan sikap para penyair muda madura ke depan. Mengingat kami, menyediakan 500
buah kursi,” kata Selendang.
Labels: Daerah, Nasional, News