Bagi siapa saja yang tak mendengarkan laut jumat pagi ini, bagi siapa saja yang terpenjara di dalam rumah, kantor, pabrik atau perempuan atau jalanan atau penambangan atau sel yang kering: baginyalah aku datang dan tanpa berbicara atau memandang aku tiba dan membukakan pintu penjaranya dan sebuah getaran dimulai, samar-samar dan tanpa henti, sebuah gemuruh petir yang panjang menceburkan dirinya ke tubuh planet dan buih, sungai-sungai yang mengerang di samudera pasang, bintang bergetaran cepat dalam lingkarannya dan laut berdenyut, mati dan terus berdenyut.
Maka seperti tergambar pada takdirku, tanpa henti-hentinya aku mesti mendengarkan dan menjaga keluh kesah laut dalam kesadaranku, mesti merasakan empasan ombak dan mengumpulkannya dalam gelas abadi sehingga di mana pun, barangkali yang di dalam penjara, di mana pun mereka menderita hukuman pada musim gugur, aku mungkin hadir bersama gelombang pesan, aku mungkin keluar-masuk melalui jendela dan karena mendengarkanku, berpasang mata akan mengangkat dirinya bertanya: bagaimana aku dapat sampai ke laut? Dan aku akan melintasi mereka tanpa berkata apa-apa gema yang terang dari gelombang pemisahan buih dan pasir, gemersik garam menyeret dirinya sendiri, tangisan kelabu burung-burung laut di pantai.
Maka, bagiku, kebebasan dan lautan akan menjawab bagi hati yang tersembunyi.